Rabu, 01 Mei 2013

Kisah sejarah kehidupan Pemimpin Suku Huns Attila si "hantu tuhan"

Attila, kepala suku HUNS yang agresif dan ambisius ini dikenal sebagai “hantu tuhan” karena kebuasannya. Ucapannya yang terkenal adalah: "Dimana saya melintas, rumput tidak akan tumbuh lagi.."
Hanya sedikit yang diketahui tentang masa kecilnya, pada tahun 434, ia dan saudaranya BLEDA mewarisi sebuah kekaisaran yang luas membentang dari alpen hingga laut baltik dari pamannya RUGA THE HUN.

Sebelumnya, Ruga telah membuat perjanjian dengan WESTERN ROMAN EMPIRE. Attila dan Bleda memperbaharui perjanjian itu dengan tujuan menaikkan upeti yang harus dibayar Roma sebesar 700 pound emas setahun demi perdamaian.

Bangsa Hun mengalihkan perhatiannya ke timur. Mereka ingin memperluas kekaisaran ke media, persia, scythia. tetapi pada 439, kaisar roma tidak sanggup membayar upeti, attila menyerang dan melibas Singidium, belgrade, dan banyak kota balkan lainnya.

Gencatan senjata memungkinkan orang roma membangun ulang roma. tapi pada 443, attilla menyerang dan melibas Nis di serbia, Sofia di bulgaria. serangan ke Nis benar-bear meluluh lantakkan kota itu sehingga 8 tahun kemudian, para diplomat Roma melintas untuk bertemu attila dan melewati daerah itu, mereka melaporkan aroma kematian sangat menyengat, tulang belulang manusia menggunung.

Suku Hun menyerbu konstatinopel dan berhasil mengalahkan Roma di timur, kaisar dipaksa membayar hutang sebesar 6000 pound emas ditambah 2100 pound emas setahun demi perdamaian.


Pada 445, Attila membunuh Bleda dan menobatkan dirinya sebagai penguasa tunggal kekaisaran Hun. Dia menghancurkan lagi Balkan pada 447. lalu ia menyerbu Yunani. seorang ahli sejarah menyatakan “terdapat begitu banyak pembantaian, dan pertumpahan darah sehingga tak terhitung jumlah mereka yang mati. Suku Hun menghancurkan gereja, membunuh para perawan dan biarawan. mereka benar-benar menghancurkan Thrace sehingga tidak bisa dipulihkan lagi.


Pada musim semi 451, attila bersekutu denga suku Vandal dan bangsa Franc untuk menyerang jantung Erpoa barat. dengan 700.000 pasukan, mereka melibas Orleans, Rheims, Berlin, Mainz, Cologne, Trier. Di orleans, Attila dikalahkan oleh pemimpin legiun roma Flavius tetapi berhasil membunuh raja Goth Theodoric.


Lalu ia menyerang Italia mulai dari Milan, Padua dan Verona, tetapi ia membatalkan mencaplok Roma karena terkesan oleh kesucian Paus Leo I yang pergi ke perbatasan kota untuk bernegosiasi dengan mereka.

Saat kembali ke ibukota kekaisaran, ia mendapat istri baru, Illdico namanya. setelah mabuk berat semalam, ia beserta mempelai wanita pergi menuju pembaringan, paginya, Attila meninggal dunia. dengan darah mengucur dari hidungnya


Poskan Komentar