Label

Tampilkan postingan dengan label Cryptozoology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cryptozoology. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2013

Beberapa jenis ular yang paling berbisa di dunia

Ular merupakan salah satu hewan ciptaan Tuhan yang ada di bumi. Ada terdapat ribuan spesies dari hewan yang termasuk reptil ini.Hewan ini tersebar di berbagai penjuru dunia,dengan keunikanya masing-masing.Hewan ini juga ada yang hidup di lautan. Berikut ini kami tampilkan beberapa informasi mengenai beberapa jenis ular yang termasuk kategori bisa yang sangat mematikan:
1 . Ular Derik


Ular derik atau rattlesnake biasanya berada di gurun kering di bagian Amerika . Ular derik sangat mudah dikenali dari suara seperti caracas . Suara tersebut dihasilkan dari ujung ekornya . Saat menyerang , ular ini mampu menyodokkan diri hingga lebih dari 2/3 bagian tubuhnya . Diketahui , ular derik muda lebih berbahaya dari ular derik dewasa karna ketidak-mampuannya mengontrol racun yang dikeluarkannya .

2 . Death Adder


 
Ular ini biasanya ditemukan di Australia dan papua Nugini . Ular ini memakan ular kecil dari spesies lain . Death adder memiliki kepala berbentuk segitiga dan pendek . Dalam menyerang mangsanya , Ular Death Adder biasanya menyuntikkan racun dalam skala 40-100 mg/gigitan . Sebuah gigitan akan berefek kegagalan pernafasan dan akhirnya berujung kematian jika tidak segera ditangani . Ular Death Adder mampu menggigit sebanyak 2 kali dalam tempo 0,13 detik . Itulah mengapa ular ini dinobatkan  sebagai ular tercepat didunia .

3 . Viper Snake



Viper Snake dapat ditemukan hampir disemua tampat diseluruh dunia . Viper Snake yang paling berbisa adalah dari jenis Saw Scaled dan Chain Viper . Viper Snake adalah ular yang cepat marah , bergerak cepat dan biasanya bergerak dimalam hari atau setelah hujan . Bisa Viper Snake akan bereaksi selama 2-4 minggu . Puncak reaksi akan terasa dalam 48 jam - 72 jam setelah gigitan . Jika tidak mendapat penanganan serius , korban akan mati dalam waktu 1 - 14 hari setelah gigitan .

4 . Kobra Filipina


 
Kobra Filpiina memiliki bisa yang paling mematikan dari semua spesies kobra di dunia . Kobra Filipina juga mampu menyemburkan bisanya sejauh 3 meter dari tempatnya . Satu gigitan Kobra Filipina mampu membunuh mangsanya dalam waktu 30 menit saja ! . Gejala awal biasanya ditandai dengan munculnya sakit kepala , mual , sakit perut , diare , pingsan dan kejang kejang .

5 . Tiger Snake

 
Tiger Snake biasanya ditemukan di Australia . Bisa Tiger Snake biasanya berefek dalam waktu 30 menit - 6 jam setelah gigitan . Tiger Snake biasanya pemalu , tapi bisa menjadi agresif jika dalam posisi terpojok dan akan menyerang dengan sasaran yang tepat . Gejala dari sengatan ular ini adalah kesemutan , kram pada leher , kesulitan pernafasan dan kelumpuhan .

Senin, 20 Mei 2013

Beberapa Hewan-hewan langka dan misterius di dunia yang dianggap cryptid

Dunia ini sejak lama terdapat banyak hewan - hewan aneh dan luar biasa. Sering keberadaan mereka sulit di temukan. Dan berikut ini 13 hewan aneh di dunia sebagai tambahan bahan pengetahuan kita tentang dunia hewan yang beraneka ragam di Bumi ini.

1. THORNY DEVIL

www.belantaraindonesia.org

Hewan ini disebut juga Moloch, atau setan gunung. Dr. John Grey, yang menemukan reptil ini, mengambil namanya dari dewa Canaanite ( Moloch ), yang pernah mengorbankan anak - anak. Ia dapat tumbuh hingga 8 inchi dan merupakan hewan yang tidak agresif. Ia memiliki kemampuan untuk menyerap air melalui kulitnya.

2. NARWHAL
www.belantaraindonesia.org

Hewan ini sangat jarang terlihat. Narwhal berarti paus mayat; dinamakan demikian karena warna kulitnya yang kebiruan dan bernoda kotor. Hewan ini sangat mirip dengan Unicorn dan memiliki 2 gigi atas. Gigi ini akan tumbuh hingga 7 - 10 kaki, namun kegunaannya masih belum diketahui.

3. PROBOSCIS MONKEY
www.belantaraindonesia.org

Monyet jantan spesies ini hidungnya akan tumbuh hingga sepanjang 3 inchi. Semakin panjang hidungnya, ia akan menarik lebih banyak monyet betina. Hidung ini juga meng - amplify suara ketika bahanya mendekat, atau ketika sang jantan menjadi agresif. Mereka hidup diKalimantan, dan hanya tinggal tersisa 3000 - 4000 ekor. 

4. CASSOWARY
www.belantaraindonesia.org

Hewan ini mampu melakukan tendangan bone - smashing untuk membela dirinya dari ancaman, dan merupakan burung terbesar ketiga di dunia. Ia merupakan burung yang paling berbahaya di dunia, dan dapat membunuh manusia jika tersudut.

5. LONG EARED JERBOA
www.belantaraindonesia.org

Hewan ini adalah hewan nocturnal  yang mirip tikus atau hewan pengerat, dengan ekor panjang, kaki panjang yang tersembunyi yang digunakan untuk melompat, dan telinga yang sangat panjang. Saking langkanya, hewan ini dinyatakan sebagai satu - satunya anggota darigenus Euchoreutes dan subfamily Euchoreutinae

6. OREO DORY
www.belantaraindonesia.org

Hewan ini ditemukan di perairan Selandia Baru dan Australia dan dapat hidup sampai kedalaman hingga 4.200 kaki. Mereka telah terdokumentasi dapat hidup hingga 100 tahun, dan angka ini sangat fenomenal untuk seekor ikan. Mereka sebagian besar memakan plankton dancrustaceae.

7. PANGOLIN ( TRENGGILING )
www.belantaraindonesia.org

Walaupun tampak seperti reptil, hewan ini tergolong mamalia. Ada 3 tipe trenggiling: trenggiling pohon, trenggiling darat, dan trenggiling raksasa. Mereka terdapat di Afrika. Ketika merasa takut, mereka akan menggulung dirinya sendiri untuk mempertahankan diri.

8. CARRIER SHELL
www.belantaraindonesia.org

Hewan ini tergolong dalam kelas Moluska, dan menghias cangkangnya sendiri dengan memilih beberapa cangkang lainnya, bebatuan, atau kepingan -kepingan lainnya, lalu menempelkannya ke cangkangnya sendiri. Ada 22 spesies, dan tiap spesies suka menghias cangkangnya dengan benda - benda yang disukainya.

9. WHORL TOOTH SHARK
www.belantaraindonesia.org

Hewan ini hidup lebih dari 250 juta tahun yang lalu, dan sekarang sudah punah. Panjangnya bisa mencapai panjang 13 kaki. Gigi sebelah bawahnya mirip dengan gergaji mesin, sementara gigi sebelah atasnya hanya berisi sedikit gigi.

10. BONGO ANTELOPE
www.belantaraindonesia.org

Mereka merupakan salah satu spesies kijang, yang tercirikan dari bentuk tanduknya. Mereka merupakan kijang hutan yang terbesar. Di tempat asalnya di Afrika, penduduk setempat tidak memburunya karena dipercaya bahwa daging kijang akan memberikan mereka kesengsaraan. Tetapi kijang - kijang ini diburu untuk olahraga, dan spesies ini sudah tergolong sebagai spesies langka

11. PHILIPPINE TARSIER
www.belantaraindonesia.org

Mereka merupakan salah satu hewan terkecil di dunia. Mata mereka sangat besar, dan digunakan seperi sebuah nighvision ketika memburu mangsa. Hewan ini sudah tergolong hewan langka.

12. YETI CRAB
www.belantaraindonesia.org

Tidak ada yang tahu kegunaan dari rambut - rambut yang melapisi capitnya. Secara teori, rambut - rambut ini mungkin berguna menjebak bakteri yang kemudian menyaring racun - racun keluar. 

13. OKAPI
www.belantaraindonesia.org

( Okapia johnstoni ) adalah mamalia dari Hutan Hujan Ituri di Afrika Tengah. Walaupun hewan ini memiliki kesamaan belang kulit dengan zebraOkapi memiliki perkerabatan lebih dekat dengan Jerapah. Kemiripannya dengan zebra dan jerapah menimbulkan dugaan adanya persilangan antara keduanya, tapi walaupun adanya kesamaan ciri tertentu, hewan ini sebenarnya tidak secara dekat berkerabat dengan zebra. Hewan yang berasal dari Hutan Hujan Ituri di timur laut Republik Demokratik Kongo ini baru diketahui oleh penduduk setempat pada tahun 1901.

Rabu, 01 Mei 2013

Beberapa Hewan Cryptid Purba yang Paling dikenal dan misteri keberadaanya

Banyak diantara hewan yang dianggap dulunya pernah hidup di bumi ini namun kemudian mati dan berevolusi akibat Seleksi Alam.Hewan-hewan tersebut sangat misterius dan masih dianggap sebagai hewan Cryptid yang masih dipertanyakan eksistensinya dpada masanya. Diantara hewan-hewan tersebut ada beberapa yang sangat terkenal, Yaitu:


1. Mammoth
Nama: Mammoth (Mammuthus primigenius)
Panjang: 5 meter (hingga bahu)
Berat: 12 ton
Zaman: Pliosen (4,8 juta tahun yang lalu)
Makanan: Tumbuhan (biasanya yang berupa pohon)

Mammoth merupakan nenek moyang hewan yang kita kenal dengan nama gajah, dan memiliki gading sepanjang 3,3m yang digunakan saat berkelahi ataupun menakuti musuh.Fosil mammoth sering ditemukan dalam kondisi yang masih baik karena kondisi suhu yang sangat rendah. Habitat mammoth adalah daerah-daerah balkan (Rusia, Siberia, dan sekitarnya). Mammoth sering juga disebut woolled elephant atau gajah berbulu tebal karena bulu yang melindungi tubuhnya (yang mampu membuatnya bertahan di suhu yang ekstrim).




2. Triceratops
Nama : Triceratops
Panjang : 9m, tinggi 3m
Berat : 12ton
Zaman : Akhir Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makanan : Tumbuh-tumbuhan

Triceratops berarti muka bertanduk tiga dalam bahasa Yunani. Hewan ini memiliki cula sepanjang 1 m sebanyak 2 buah di atas matanya, dan satu lagi lebih pendek dibagian atas hidungnya.Hal yang paling membedakan hewan ini dari hewan yang lain adalah tulang tengkoraknya yang mampu berkembang sepanjang 2m, hampir sepertiga panjang tubuhnya. Fosil hewan ini ditemukan di Benua Amerika.

Hewan ini diperkirakan tidak berkelompok dan individual. Tanduknya berfungsi sebagai kedudukannya terhadap triceratops lain seperti halnya rusa saat ini (courtship). Hewan ini menjadi objek penelitian yang cukup banyak digemari oleh para ilmuwan karena banyaknya fosil yang ditemukan.

Catatan:
Selain fosil hewan ini banyak ditemukan, hewan ini terkenal karena ke-eksotisannya, bentuk fisik yang unik dan terkesan “friendly” bagi masyarakat membuatnya menjadi ikon hewan prasejarah yang digemari anak-anak.



3. Velociraptor
Nama: Velociraptor
Panjang: 2 m, (tinggi tubuh saat berdiri 1 m)
Berat: 50 kg
Zaman: Akhir Cretaeceous
Makanan: Hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dari ukuran tubuhnya

Velociraptor berarti pencuri berkecepatan tinggi (speedy thief). Memiliki 30 gigi yang panjang dan tajam, paruh yang datar, dan leher membentuk seperti huruf “s”.Bergerak dengan kedua tungkai (kaki) nya yang kuat, dan berukuran kecil, hewan ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan cheetah.

Akan tetapi, raptor seringkali berburu dalam kelompok yang terdiri dari 3-10 ekor raptor. Ciri khas lain dari raptor (selain kedua tungkainya yang kuat) adalah kapasitas otaknya yang diperkirakan memiliki kemampuan yang sama dengan simpanse (mampu berkomunikasi dengan sesama raptor melalui suara-suara yang spesifik). Kecepatan larinya mencapai 40 mil per jam. Fosil Velociraptor ditemukan di Rusia, Mongolia, dan China.


4. Pterodactyl
Nama: Pterodactyl (Pterosaurus)
Panjang: tubuh saat berdiri 3m, bentangan sayap mencapai 10m
Berat: -
Zaman: Trias (65,5 juta tahun yg lalu)
Makanan: Tumbuhan dan hewan-hewan kecil seperti ular dan ikan

Pterodactyl berasal dari bahasa Yunani yang berarti kadal yang bersayap (winged lizard). Hewan ini terkenal dengan paruhnya yang panjang dan bentangan sayapnya yang lebar (mencapai lebih dari 10 m).Peneliti dari Ohio University menemukan ada satu bagian otak yang membedakan hewan ini dengan hewan vertebrata lainnya. Flocculi. Proporsi flocculi didalam otak pterosaurus mencapai 7,5%, dan rata-rata vertebrata hanya memiliki 1-2% flocculi didalam otaknya.

Flocculi ini menyebabkan penglihatan pterosaurus menjadi jauh lebih baik. Namun proporsi yang besar ini lebih disebabkan oleh bentangan sayapnya yang lebar, karena selain berhubungan dengan otot mata, flocculi juga berhubungan erat dengan kerja syaraf sensorik.



5. Smilodon
Nama: Smilodon (Long-teeth cats)
Panjang: -
Berat: 55-300 kg
Zaman: Megantereon (2,5 juta-500.000 tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan (bison, rusa,dll.)

Smilodon atau yang dikenal dengan sebutan sabre-tooth cat berasal dari bahasa Yunani yang artinya gigi pahat, ditemukan di Benua Amerika.Ciri khas dari hewan ini adalah gigi taring atas yang panjang (17 cm). Smilodon berburu dalam kelompok seperti halnya singa saat ini.
Akan tetapi, kelompok tersebut tidak didominasi oleh pejantan, karena ukuran tubuhnya yang sama dengan betina. Gigi taring yang panjang tersebut tidak digunakan untuk memikat pasangan, jadi kehidupan sosial hewan ini belum banyak diketahui. Smilodon memiliki tubuh yang lebih menyerupai beruang karena bulunya menyerupai beruang, dan bagian perut yang lebar dan pendek.



6. Temnodontosaurus
Nama: Temnodontosaurus
Panjang: 9 m
Berat: 15 ton
Zaman: Awal Jura (196 juta tahun yg lalu)
Makanan: Cumi-cumi dan ikan-ikan kecil

Temnodontosaurus merupakan pemangsa bawah laut yang memiliki stamina berenang yang menakjubkan, yang membuatnya mampu berenang hingga ke dasar laut untuk mencari mangsa.Fosilnya ditemukan di Perairan Inggris dan Jerman. Ciri khas dari hewan ini adalah matanya yang besar, 20 cm. Hewan ini mirip dengan lumba-lumba saat ini, karena paruhnya yang panjang dan sirip yang datar.



7. Tyrannosaurus
Nama: Tyrannosaurus rex
Panjang: 12 m, tinggi 6 m
Berat: 7,5 ton
Zaman: Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makanan: hewan pemakan tumbuhan

Tyrannosaurus rex dalam bahsa yunani berarti raja kadal yang kejam. Sama seperti raptor, T-rex bertungkai dua, leher menyerupai huruf “s”, dan memiliki ekor sebagai penyeimbang gerakannya. T-rex memiliki tulang tengkorak yang besar (1,5 m) yang dikelilingi jaringan-jaringan otot yang kuat sehingga membuatnya mampu dengan mudah mengunyah mangsanya.

Hewan ini ditemukan di Benua Amerika dan Benua Asia (Tarbosaurus). Lengan hewan ini terbilang cukup kecil, hanya sepanjang 1 m dan belum ditemukan fungsi sebenarnya dari lengan ini. Penelitian terbaru (April 2008) mengatakan bahwa T-rex memiliki kekerabatan dengan bangsa unggas, aligator, dan burung unta.

Walaupun tubuhnya cukup besar, T-rex memiliki otot-otot yang banyak yang memungkinkannya berlari dengan kecepatan 40-70 km/h. Kemampuan lain dari hewan ini adalah mampu mencium bebauan dari jarak yang jauh yang mampu dibandingkan dengan burung pemakan bangkai saat ini. Hingga saat ini masih menjadi perdebatan apakah T-rex sebenarnya pemakan bangkai atau hewan yang berburu.

Hewan Cryptid: Emela-Ntouka, Cryptid misteriusPembunuh Gajah

Mitologi       :Suku Pygmy
Jenis            :Hewan darat raksasa(Dinosaurus)
Persebaran  :Afrika tengah


Sebuah Sketsa Tentang Jati Diri Emela-NtoukaAfrika memang memiliki banyak misteri yang belum terpercahkan, salah satunya adalah tentang keberadaan salah satu hewan cryptid yang diisukan sebagai penyebab keberadaan gajah di Afrika menurun, yaitu Emela-Ntouka, seekor makhluk cryptoid pembunuh gajah dari Afrika.

Makhluk yang merupakan salah satu makhluk dari mitologi suku pygmy ini, dipercaya sebagai salah satu makhluk yang nyata, dan hidup di Afrika Tengah. Nama Emela-Ntouka sendiri diambil dari bahasa lingala atau bahasa suku pygmy yang berarti "pembunuh gajah".

Dari beberapa keterangan yang dilaporkan dan didapatkan, Emela-Ntouka sendiri mempunyai postur tubuh sebesar gajah Afrika, salah satu spesies gajah terbesar dengan panjang kurang lebih 7 meter dan tinggi 4 meter. Emela-Ntouka memiliki kulit berwarna kecokelatan dan sedikit keabu-abuan, dengan ekor yang besar dan panjang, tanduk di hidung layaknya badak, dengan panjang 1 meter. Emela-Ntouka berjalan menggunakan 4 kaki besarnya yang mampu menopang tubuhnya yang berbobot hampir 1 ton. Emela-Ntouka juga mampu berenang dan makanannya adalah tumbuhan.

Struktur tanduk Emela-Ntouka sendiri masih menjadi perdebatan bagi para ilmuwan. Ada 2 pendapat mengenai asal usul tanduk ini. Pendapat yang pertama adalah tanduk tersebut sebenarnya adalah sejenis gading, maka kemungkinan besar tanduk tersebut adalah taring (gading pada gajah sebenarnya adalah gigi taring yang besar sehingga mampu keluar dari mulut), dan beberapa badak juga memiliki tanduk dengan ciri-ciri yang sama, terutama badak bercula satu yang hidup di Ujung Kulon, Indonesia. Namun, spesies seperti ini tidak ditemukan di Daratan Afrika. Namun, jika sebenarnya tanduk Emela-Ntouka sebenarnya adalah tanduk aslinya atau murni, maka ia dapat digolongkan sebagai jenis reptilia, karena tanduk tersebut merupakan salah satu dari tulangnya, seperti halnya dinosaurus bertanduk atau ceratopsians.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa tanduk Emela-Ntouka terbuat dari keratin (salah satu protein yang menjadi komponen bagian keras dalam tubuh, seperti kuku dan rambut), bukan dari tulang atau giginya, sama seperti badak endemik Afrika.

Emela-Ntouka diyakini hidup di perairan dangkal, seperti danau dan rawa-rawa. Emela-Ntouka sering terlihat di muara sungai Kongo, yaitu danau Likouala di Republik Kongo. Emela-Ntouka juga sering terlihat di Danau Bangweulu di Zambia dan beberapa tempat di Kamerun.

J.E. Hughes yang menerbitkan bukunya yang berjudul "Eigtheen Years On Lake Bangwelu", pada tahun 1933, menceritakan tentang suku Wa-Ushi yang membunuh seekor hewan yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan Emela-Ntouka, tetapi dalam buku tersebut tidak disebutkan namanya, di tepi sungai Luapua yang terhubung dengan danau Bangweulu.

Nama Emela-Ntouka sendiri pertama kali dikenal dari sebuah artikel di Journal Mammalia, pada tahun 1954. Artikel tersebut ditulis oleh Lucien Blancou. Dalam artikelnya tersebut, ia mengatakan bahwa Emela-Ntouka memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan dengan kerbau, dan berhabitat di rawa-rawa Likouala, dan disebutkan juga bahwa makhluk ini sering membunuh gajah yang menjadikan asal filosofi namanya.

Pada dua ekspedisi ke Kongo, Dr. Roy P. Mackal pada tahun 1980 dan 1981, ia mendapatkan detail ciri-ciri Emela-Ntouka dari beberapa penduduk setempat. Dan pada tahun 1987, ia menerbitkan sebuah buku berjudul "A Living Dinosaur".




Monoclonius (atas) dan Centrosaurus (bawah), Ceratopsians Yang Diklaim Sebagai Identitas Asli dari Emela-Ntouka
Penjelasan paling terkenal dan paling banyak yang setuju adalah identitas Emela-Ntouka yang sebenarnya adalah seekor ceratopsians yang masih hidup. Argumen ini berdasarkan kesimpulan bahwa daerah Kongo di Afrika merupakan tempat yang dahulunya pernah hidup hewan-hewan prasejarah, seperti contohnya dinosaurus atau hewan-hewan prasejarah yang lainnya. Selain itu, tempat tersebut juga dipercayai merupakan tempat hidup salah satu cryptid terkenal pada masanya, yaitu Mokele Mbembe yang dipercaya sebagai sauropod yang masih hidup dan Mbielu-Mbielu-Mbielu yang dipercaya sebagai stegosaurus yang masih hidup hingga saat ini.


Pada ekspedisinya yang kedua, pada tahun 1981, Mackal menyebutkan bahwa identitas Emela-Ntouka sebenarnya adalah seekor Monoclonius atau Centrosaurus, salah satu jenis dinosaurus bertanduk. Tetapi, suku pygmy tidak menyebutkan bahwa Emela-Ntouka memiliki jumbai, seperti yang dimiliki oleh kebanyakan ceratopsians.


Seorang Crytozoologist, Loren Coleman, tidak setuju dengan pendapat Mackal yang menyebutkan bahwa identitas Emela-Ntouka sebenarnya adalah dinosaurus, tetapi ia berkesimpulan bahwa Emela-Ntouka adalah spesies baru dari jenis badak afrika.


Daerah-daerah di Afrika memanglah belum banyak yang terjamah manusia, karena sulitnya menjelajah medan dan mencari suplai makanan dan air. Karena itulah, jika mungkin di suatu tempat di daratan Afrika hidup hewan yang belum kita kenal sampai saat ini adalah hal yang wajar.

Rabu, 10 April 2013

Hewan Cryptid: Yacumama (Anaconda raksasa)


Mitologi       :Amerika selatan
Jenis            :HewanAmfibi(Ular Raksasa)
Persebaran  :Hutan Amazon


Anaconda merupakan salah satu spesies ular terbesar di dunia. Ular ini memilki habitat di daerah hutan hujan amazon. Namun, ada satu hal yang akan saya bahas mengenai hewan Cryptid terkenal yang oleh Masyarakat Peru menyebutnya sebagai Yacu-Mama (Mother of the Water / Penguasa Air). Seekor Anaconda normal dapat tumbuh hingga mencapai 6 Meter, namun beberapa orang yang percaya akan keberadaan Anaconda raksasa tersebut menyatakan bahwa Anaconda raksasa tersebut memiliki ukuran panjang hingga mencapai 50 M bahkan lebih.

Kembali ke masa silam dimasa para petualang Eropa pertama kali merambah Amerika Selatan dan khususnya Amazon mereka seringkali mendengar cerita masyarakat lokal mengenai kisah Anaconda raksasa namun walaupun begitu hingga saat ini belum pernah ada seorangpun yang bisa membuktikan eksistensi dari hewan menyeramkan tersebut. Bahkan badan konservasi lingkungan hidup untuk binatang buas menjanjikan hadiah sebesar US$50,000 untuk spesies hidup yang ditemukan. Pada tahun 2009 yang lalu dua orang pria yang merupakan ayah dan anak yang berasal dari Belfast, Irlandia mengaku bahwa mereka berhasil merekam dan memfoto keberadaan ular raksasa tersebut.
namun para ahli tetap belum meyakini keberadaan Yacumama atau anaconda raksasa tersebut.

Senin, 21 Januari 2013

Hewan Cryptid: Kraken (Cumi-cumi/Gurita Raksasa)

Mitologi       :Nordik(Skandinavia)
Jenis            :Hewan laut(gurita/cumi-cumi)
Persebaran  :Laut Greenland

Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.

Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk kepada Gurita.

Karakter Kraken
Kita mungkin mengira Kraken hanyalah sebuah bagian dari dongeng, namun sebenarnya tidak demikian. Sebutan Kraken pertama kali muncul dalam buku Systema Naturae yang ditulis Carolus Linnaeus pada tahun 1735.

Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasi makhluk hidup ke dalam golongan-golongannya. Dalam bukunya itu, ia mengklasifikasikan Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi, boleh dibilang kalau Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.

Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis, pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit tahun 1752 kalau Kraken "tidak bisa disangkal, adalah monster laut terbesar yang pernah dikenal".

Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau yang terapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan kalau makhluk ini bisa menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menariknya ke dasar lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya terutama dari Kraken adalah riak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Riak itu bisa menenggelamkan kapal yang ada di dekatnya.

Menariknya, selain menggambarkan Kraken sebagai makhluk yang berbahaya, Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari makhluk misterius ini. Ia menyebutkan kalau ikan-ikan di laut suka berada di dekat Kraken. Karena itu juga, para nelayan Norwegia yang mengetahui hal ini suka mengambil risiko untuk menangkap ikan dengan membawa kapalnya hingga berada tepat di atas Kraken.

Jika mereka pulang dengan membawa hasil tangkapan yang banyak, para penduduk desa tahu kalau para nelayan tersebut pastilah telah menangkap ikan tepat di atas Kraken.

Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng. Namun ketika sisa-sisa bangkai monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari kalau legenda mengenai Kraken mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata, yaitu cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).

Penampakan Signifikan
Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang menyelidiki subjek mengenai Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany, Perancis, ada sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya. Insiden yang tergambar dalam lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa nyata.

Dikisahkan kalau kapal tersebut adalah kapal Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan serangan tak terduga tersebut, para pelaut di atas kapal lalu membuat sebuah kaul untuk St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya ini, mereka akan melakukan perjalanan ziarah.

Para awak kapal kemudian mengambil kapak dan mulai melawan monster itu dengan memotong tentakel-tentakelnya. Monster itupun pergi. Sebagai pemenuhan atas kaul itu, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa yang menimpa mereka.

Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut itu tidak diketahui persis tahun terjadinya. Namun, paling tidak, penyerangan monster raksasa terhadap sebuah kapal tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.

Selain kisah lukisan di Kapel St.Thomas, Mr.Monfort juga menceritakan perjumpaan lain dengan makhluk serupa cumi atau gurita raksasa yang dialami oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang bertemu dengan makhluk itu juga di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa itu menyerang kapal mereka dan bahkan berhasil membunuh tiga awaknya.

Para awak kapal yang lain tidak tinggal diam dan segera mengambil meriam dan menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga ia menghilang ke dalam lautan.

Kapten Dens memperkirakan monster itu memiliki panjang 11 meter.

Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di kepulauan Canary, para awak kapal Perancis, Alencton, menyaksikan seekor monster laut raksasa berenang tidak jauh dari kapal. Para pelaut segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian ditembakkannya ke arah monster itu.

Monster yang ketakutan dengan segera berenang menjauh. Namun, kapal Alencton segera diarahkan untuk mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya, garpu-garpu besi segera dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring segera dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah dan hancur yang kemudian segera jatuh ke dalam air dengan menyisakan hanya sebagian dari tentakelnya.

Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu diperlihatkan kepada komunitas ilmuwan, mereka sepakat kalau para awak kapal mungkin telah menyaksikan seekor cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.

Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya berhasil menemukan tentakel cumi raksasa di Newfoundland. Setelah diukur, para peneliti menyimpulkan kalau hewan itu kemungkinan memiliki panjang hingga 11 meter.


Giant Squid, Colossal Squid dan Giant Octopus
Sekarang, mari kita sedikit mengenal lebih jauh tiga teman raksasa kita yang mungkin telah memicu legenda Kraken. Saya akan mulai dari Giant Squid atau Cumi raksasa.

Giant Squid atau Cumi-cumi raksasa
Giant Squid atau cumi-cumi raksasa yang berasal dari genus Architeuthis ini memiliki 8 spesies dan diketahui bisa memiliki panjang hingga 13 meter bagi yang betina dan 10 meter untuk yang jantan. Ukuran ini dihitung dari sirip caudal hingga ujung tentakelnya. Namun, ukuran cumi ini bisa jadi lebih besar daripada yang diperkirakan.

Pada tahun 1880, potongan tentakel ditemukan di Selandia Baru dan diperkirakan merupakan milik dari cumi raksasa yang memiliki panjang 18 meter. Ukuran yang sangat luar biasa!


Ide kalau seekor cumi raksasa bisa menenggelamkan sebuah kapal mungkin terdengar mengada-ngada pada zaman ini. Namun, pada abad pertengahan, ukuran kapal tidak sebesar yang kita miliki sekarang. Contohnya, kapal Columbus yang bernama Pinta hanya memiliki panjang 18 meter. Sebuah cumi sepanjang 10-15 meter sudah bisa dipastikan dapat menyerang dan menenggelamkan kapal ini dengan mudah.


Perilaku giant Squid ini hampir tidak pernah dikenal sebelumnya hingga pada tahun 2004 ketika para ilmuwan Jepang berhasil mendapatkan 556 foto makhluk ini dalam keadaan hidup. Cumi-cumi tersebut terperangkap dalam sebuah jebakan yang dibuat. Ketika ia berhasil lolos, salah satu tentakelnya yang memiliki panjang 5,5 meter putus. Dari panjang ini, para ilmuwan tersebut memperkirakan kalau makhluk itu memiliki panjang 8 meter.

Colossal Squid atau Cumi Kolosal
Apabila kita mengira Cumi raksasa sudah memiliki ukuran yang luar biasa, maka, perkenalkan makhluk yang satu ini, Colossal Squid atau Cumi kolosal.

Makhluk ini memiliki nama latin Mesonychoteuthis hamiltoni dan para ilmuwan percaya kalau makhluk ini bisa bertumbuh hingga paling tidak memiliki panjang 14 meter. Ini membuatnya menjadi hewan invertebrata terpanjang di dunia. Walaupun demikian, para ilmuwan tidak bisa memastikan hingga seberapa panjang hewan ini bisa bertumbuh.

Mengenai Colossal Squid, Dr.Steve O'Shea, ahli cumi dari Auckland University berkata:

"Sekarang kita tahu kalau makhluk ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding Giant Squid. Giant Squid bukan lagi cumi terbesar di luar sana. Sekarang kita memiliki sesuatu yang lebih besar. Bahkan bukan cuma sekedar besar, tetapi benar-benar jauh lebih besar."


Colossal Squid di foto di atas ditangkap di Laut Ross dan memiliki panjang mantel 2,5 meter. Ukuran ini termasuk luar biasa karena Giant Squid terbesar yang diketahui hanya memiliki panjang mantel 2,25 meter. Lagipula, Colossal Squid di atas dipercaya masih dapat bertambah panjang hingga mencapai ukuran yang jauh lebih besar.

Jika ada Kraken di luar sana, maka bisa dipastikan kalau Colossal Squid adalah tersangka paling utamanya.

Lalu, apa bedanya Giant Squid dan Colossal Squid?

Giant Squid hanya memiliki tentakel yang memiliki lubang penghisap dan gigi-gigi kecil, sedangkan Colossal Squid memiliki tentakel yang juga dilengkapi dengan kait yang tajam. Beberapa kait bahkan memiliki 3 ujung.

Selain dua jenis Cumi-cumi di atas, makhluk yang satu ini juga memiliki tentakel dan bisa bertumbuh dalam ukuran yang luar biasa, yaitu Giant Octopus.

Giant Octopus atau Gurita Raksasa
Giant Octopus atau gurita raksasa bisa bertumbuh hingga memiliki panjang 9 meter. Panjang ini cukup membuatnya menjadi monster yang ditakuti oleh para pelaut. Makhluk inilah yang dipercaya Monfort sebagai monster yang menyerang para pelaut Norwegia di lepas pantai Angola yang lukisannya tergantung di Kapel St.Thomas.

Bangkai ini terdampar di pantai St.Augustine, Florida tahun 1896. Dipercaya sebagai Giant Octopus

Pada masa kini, teori mengenai Cumi atau Gurita raksasa dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai legenda Kraken.

Sekian.
wassalam..